Tentang (diterjemahkan dari bahasa Inggris)
El-Ruwagh, jurnalis Palestina yang bekerja sebagai penyiar Radio Al-Aqsa Voice, syahid dalam serangan udara Israel di kamp Nuseirat di Gaza utara, bersama empat anaknya, menurut berbagai laporan media, cuitan medianya, Sindikat Jurnalis Palestina, dan kelompok kebebasan pers SKeyes yang berbasis di Beirut. El-Ruwagh dimakamkan pada 26 Januari, menurut Al-Jazeera. Sebelum wafat, ia mengunggah di Facebook tentang kondisi keluarganya yang memprihatinkan, meminta seseorang yang akan meninggalkan Gaza untuk membawa balitanya kepada istrinya, yang mengungsi ke Sinai, Mesir, bersama putranya Mohamed setelah serangan udara sebelumnya melukainya dengan parah. Setelah El-Ruwagh syahid, istrinya menerbitkan unggahan Facebook tentang dirinya dan anak-anaknya yang terbunuh: Loay, Nada, Yazan, dan si balita, Ahmed.
Teks asli
El-Ruwagh, a Palestinian journalist who worked as a host for the Al-Aqsa Voice Radio, was killed in an Israeli airstrike on Nuseirat camp in northern Gaza, along with four of his children, according to multiple media reports, a tweet by his outlet, the Palestinian Journalists’ Syndicate, and the Beirut-based press freedom group SKeyes. El-Ruwagh was buried on January 26, according to Al-Jazeera. Prior to his death, he posted on Facebook about his family’s dire conditions, asking for someone who was leaving Gaza to take his toddler to his wife, who fled to Sinai, Egypt, with his son Mohamed following a previous airstrike that severely injured him. After El-Ruwagh’s death, his wife published Facebook posts about him and her slain children: Loay, Nada, Yazan, and the toddler, Ahmed.