Tentang (diterjemahkan dari bahasa Inggris)
Atallah, seorang jurnalis lepas Palestina yang menulis untuk berbagai media, syahid dalam serangan udara Israel terhadap rumah tempat ia dan keluarganya mengungsi, di kawasan El-Daraj, Kota Gaza, Gaza utara, menurut Arabi 21, kantor berita Anadolu dari Turki, dan Sindikat Jurnalis Palestina. Sumber-sumber itu menyebutkan bahwa Atallah syahid bersama sembilan anggota keluarganya, termasuk saudara laki-laki dan paman-pamannya. Pada 27 November, Atallah menulis artikel untuk situs Al-Morasel tentang kehidupan di Gaza selama perang, yang menggambarkan kehancuran dan kerusakan di lingkungan dan kotanya. Atallah bekerja sebagai reporter untuk kantor berita Anadolu hingga 2017. Atallah dikenal luas di media sosial, dan cuitan terakhirnya pada 8 Desember bertanya, “Berapa banyak lagi malam teror dan kematian yang harus dihitung Gaza?”
Teks asli
Atallah, a Palestinian freelance journalist who contributed to multiple media outlets, was killed in an Israeli airstrike on the house in which she and her family were taking refuge, in the El-Daraj area of Gaza City, northern Gaza, according to Arabi 21, Turkey’s Anadolu news agency, and the Palestinian Journalists’ Syndicate. Those sources said that Atallah was killed with nine members of her family, including her brother and her uncles. On November 27, Atallah wrote an article for the Al-Morasel website about life in Gaza during the war, describing the destruction and damage to her neighborhood and city. Atallah worked as a reporter for Anadolu news agency until 2017. Atallah was well-known on social media, and her last tweet on December 8 asked, “How many more nights of terror and death does Gaza have to count?”